Menu

Mode Gelap
Ridwan Bae Serap Aspirasi Masyarakat Dalam Rangka Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia  Utamakan Keselamatan Pengguna Jalan Saat Arus Mudik Lebaran, Lurah Napabalano dan Instansi Terkait Laksanakan Kerja Bakti di Sepanjang Jalan Nasional Wilayah Cagar Alam Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Pinjaman Jalani Pemerikasaan di Polres Muna Polda Sultra Mulai Proses Penyelidikan Atas Laporan Penyerobotan Lahan Oleh Bupati Bombana, Kuasa Hukum: Kami Akan Awasi Secara Ketat Proses Itu  Serobot Lahan Warga, Bupati Bombana Dilaporkan ke Polda Sultra  Buntut Adanya Laporan Dugaan Penggelapan Dana Pinjaman di Polda Sultra, La Ode Darwin Diminta Segera Nonaktifkan Sementara Kadis PU Muna Barat

Hukrim

Eksepsi Penasehat Hukum Tak Dapat Diterima, Warga Desa Matombura Gelar Aksi Demonstrasi di Depan PN Raha

badge-check

ULASINDONESIA.COM., MUNA, SULAWESI TENGGARA – Ratusan masyarakat dari Desa Matombura Kecamatan Bone Kabupaten Muna menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pengadilan Negeri Raha, menuntut penegakan supremasi hukum dan pembebasan Alias, SH sebagai terdakwa dalam kasus dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Aksi demonstrasi tersebut bertepatan dengan dilaksanakannya sidang lanjutan kasus dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan terdakwa AL, mantan Kepala Desa Matombura oleh Pengadilan Negeri (PN) Raha, pada Rabu, 14 Mei 2025 dengan agenda pembacaan putusan sela dengan Nomor 34/Pid.Sus/2025/PN Raha oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Raha.

Salah satu Penasehat Hukum terdakwa, Muhammad Saddam Safa, SH.,MH mengatakan, bahwa terkait eksepsi Penasihat Hukum terdakwa AL, oleh Majelis Hakim tidak dapat diterima.

Ketgam: Aparat keamanan dari Polres Muna saat bertugas di depan kantor PN Raha

Olehnya itu, kata Saddam Safa, langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh Penasihat Hukum adalah menunggu sidang pembuktian yang akan di gelar pada hari Rabu, 21 Mei 2025.

” Minggu depan sidang pemeriksaan saksi-saksi serta alat Bukti yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Raha. Insyaallah kami dari Penasehat Hukum akan siap menghadapi alat bukti yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum,” singkat Saddam Safa.(***)

Penulis: Yhoedi

REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Viral di Hukrim