ULASINDONESIA.COM., SULAWESI TENGGARA-Angkatan Muda Muhammadiyah Sulawesi Tenggara (AMM Sultra) menggelar aksi demonstrasi di depan Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Senin, 17 November 2025. Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan penyimpangan manajemen kampus sejak kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng.
Dalam aksi tersebut, massa aksi melakukan pembakaran ban serta menyegel ruang Rektor dan sejumlah ruangan lain di lingkungan kampus.
Tak hanya menyegel ruang Rektor, massa aksi juga membacakan pernyataan sikap yang menyoroti berbagai dugaan ketidaksesuaian tata kelola kampus dengan spirit dan prinsip perguruan tinggi Muhammadiyah. Mereka menilai arah kepemimpinan Rektor sudah tidak lagi sejalan dengan nilai-nilai dasar persyarikatan.
Selain itu, AMM Sultra juga menuding adanya sejumlah persoalan, mulai dari ketidakberpihakan pada kader Muhammadiyah dalam rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan, hingga praktik promosi jabatan yang diduga sarat kepentingan keluarga. Rekrutmen staf yang dinilai tidak transparan serta penunjukan pengajar yang dianggap tidak memenuhi standar kompetensi turut mendapat sorotan.
Massa aksi juga menilai Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari juga terlalu sering melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa hasil yang jelas bagi pengembangan kampus. Pengangkatan pejabat struktural seperti Ketua Program Studi disebut tidak sesuai dengan Statuta UMK tahun 2023, sementara penunjukan PLT Wakil Rektor IV dinilai tidak melalui mekanisme yang semestinya.
Sementara di Fakultas Hukum, massa AMM Sultra juga menyoroti dugaan adanya penyalahgunaan dana mahasiswa magister serta pembukaan rekening terpisah yang berujung pada hilangnya dana hingga ratusan juta rupiah oleh seorang staf magang. Hal itu, menurut mereka, menunjukkan lemahnya sistem tata kelola yang merugikan amal usaha UMK.
“Kami akan menyegel dan memboikot aktivitas kampus apabila tuntutan ini tidak diindahkan,” tegas Adiyansah, Humas Pergerakan Kader Muda Bergerak, dalam orasinya dan saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.
Buntut penyegelan tersebut, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Kendari yang ditemui di ruang kerjanya belum memberikan tanggapan terkait aksi dan tuntutan massa dari AMM Sultra.
Untuk diketahui, atas temuan-temuan tersebut, AMM Sultra menyampaikan 3 (tiga) tuntutan utama:
1. Mendesak Pimpinan Pusat Muhammadiyah mencopot Rektor Prof. Muhammad Nurdin karena dianggap gagal menjaga integritas dan tata kelola kampus.
2. Mendesak rektor pengganti mencopot Dekan Fakultas Hukum, sekaligus memastikan kaderisasi dan promosi jabatan dilakukan secara transparan.
3. Meminta PP Muhammadiyah membentuk Tim Audit Independen untuk menyelidiki pengelolaan keuangan UM Kendari, termasuk perjalanan dinas rektor serta dugaan penyalahgunaan anggaran lainnya.(***)
Penulis: Anton
REDAKSI


















