Menu

Mode Gelap
Ridwan Bae Serap Aspirasi Masyarakat Dalam Rangka Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia  Utamakan Keselamatan Pengguna Jalan Saat Arus Mudik Lebaran, Lurah Napabalano dan Instansi Terkait Laksanakan Kerja Bakti di Sepanjang Jalan Nasional Wilayah Cagar Alam Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Pinjaman Jalani Pemerikasaan di Polres Muna Polda Sultra Mulai Proses Penyelidikan Atas Laporan Penyerobotan Lahan Oleh Bupati Bombana, Kuasa Hukum: Kami Akan Awasi Secara Ketat Proses Itu  Serobot Lahan Warga, Bupati Bombana Dilaporkan ke Polda Sultra  Buntut Adanya Laporan Dugaan Penggelapan Dana Pinjaman di Polda Sultra, La Ode Darwin Diminta Segera Nonaktifkan Sementara Kadis PU Muna Barat

Daerah

Film Cahaya untuk Nur Sabet Juara Pertama di Kompetisi Film Islami (KFI) 2024

badge-check

ULASINDONESIA.COM.,BAU-BAU, SULAWESI TENGGARA – Bertempat di aula kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Jum’at 1 Oktober 2024, pengumuman pemenang Kompetisi Film Islami (KFI) 2024 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara berhasil di menangkan oleh Kota Baubau dengan judul film Cahaya Untuk Nur yang di sutradarai dan di tulis oleh Kadir atau yang lebih dikenal dengan Andhy Loppes Eba.

Dalam kegiatan Kompetensi Film Islami (KFI) tersebut di ikuti oleh 21 peserta yang berasal dari 17 Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tenggara.

Kepala Kantor wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Saleh, turut hadir dan berkesempatan memberikan hadiah kepada para pemenang secara langsung.

Berada di bawah naungan Seribu Benteng Production, film pendek berjudul Cahaya untuk Nur berhasil mengharumkan nama Kota Baubau dalam Kompetisi Film Islami (KFI) 2024 dengan mendapatkan sekira enam ribuan view di kanal You Tube setelah di upload sejak September 2024.

Saat dimintai tanggapannya oleh media ini, penulis sekaligus sutradara Film Cahaya untuk Nur, Kadir (Andhy Loppes Eba) merasa bersyukur dapat kembali memenangkan Kompetisi Film Islami 2024

” Yang pasti, saya sangat bersyukur bisa kembali menyabet posisi pertama dalam KFI 2024,” kata Andhy Lopoes Eba saat di hubungi melalui ponselnya, Jum’at 1 Oktober 2024.

Andhy Loppes Eba juga mengatakan, bahwa sebelumnya dirinya juga memenangkan KFI 2023 dengan film dokumenter berjudul Pekandeana Ana-Ana Maelu.

Andhy Lopoes Eba juga mengungkapkan, bahwa dalam proses pembuatan film Cahaya untuk Nur terdapat tantangan tersendiri dan salah satunya biaya produksi.

” Tantangan dalam produksi film (Cahaya Untuk Nur) adalah, kami kesulitan menentukan lokasi serta pencarian talent yang sesuai dengan karakter dalam naskah, apalagi produksi film juga minim budget. Namun, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kru yang saling mendukung satu sama lain dan pemain yang mampu memerankan karakter secara maksimal,” jelas Andhy Lopoes Eba.

Lebih jauh, Andhy Lopoes Eba mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses produksi film Cahaya untuk Nur hingga dapat menduduki posisi pertama.

” Secara pribadi, saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, semoga film Cahaya untuk Nur dapat menjadi inspirasi bagi semua orang, serta pesan-pesannya dapat sampai ke penonton,” pungkas Andhy Lopoes Eba 

Untuk diketahui, selain Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sultra, Muhammad Saleh, dalam kegiatan tersebut juga di hadiri oleh Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penais Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Wida Sukmawati bersama Tim Dewan Juri KFI, Pejabat Administrator, dan Katim Kerja Kanwil Kemenag Sultra.

 

REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Viral di Daerah