Menu

Mode Gelap
Serobot Lahan Warga, Bupati Bombana Dilaporkan ke Polda Sultra  Buntut Adanya Laporan Dugaan Penggelapan Dana Pinjaman di Polda Sultra, La Ode Darwin Diminta Segera Nonaktifkan Sementara Kadis PU Muna Barat Diduga Terlibat Kasus Penggelapan Dana Pinjaman, Kadis PU Muna Barat Dilaporkan ke Polda Sultra Aktifitas Pertambangan IUP PT Kasmar Tiar Raya Dirintangi, Kuasa Hukum: Itu Pidana, Telah Kami Laporkan!! Pejabat Dinas PU Konawe Utara Dilapor ke Kejati Sultra atas Dugaan Korupsi Istri Sah di Kendari Terima Kiriman Video Mesum Suami dengan Perempuan Lain

Daerah

Merger MORA dan MyRepublic Akan Membentuk Entitas Baru Dengan Pengendali Sinar Mas

badge-check


 Ketgam: Ilustrasi merger yang mengubah struktur kepemilikan MORA dan MyRepublic. Perbesar

Ketgam: Ilustrasi merger yang mengubah struktur kepemilikan MORA dan MyRepublic.

ULASINDONESIA.COM., KENDARI, SULAWESI TENGGARA – PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) akan bergabung dengan operator layanan internet MyRepublic, yang berada di bawah naungan Grup Sinar Mas. Merger ini akan mengubah struktur kepemilikan dan pengendalian perusahaan terbuka, termasuk porsi saham publik dan pemegang saham lama. Dalam keterbukaan informasi perseroan yang dikutip media ekonomi nasional, MORA akan menjadi entitas penerima penggabungan dengan PT Eka Mas Republik (EMR).

Setelah merger rampung, nama perseroan akan berubah menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk. Penggabungan usaha ini diperkirakan menyebabkan dilusi kepemilikan saham hingga 50,50 persen, baik bagi pemegang saham pengendali lama maupun investor publik. Sebelum merger, PT Candrakarya Multikreasi menguasai 35,99 persen saham MORA, PT Gema Lintas Benua 30,18 persen, dan publik 33,83 persen. Manfaat akhir saham perseroan selama ini berada di tangan pengusaha Farida Bau.

Setelah merger, mayoritas saham MORA akan dimiliki oleh pemegang saham EMR. PT Innovate Mas Utama diproyeksikan menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 48,36 persen saham, sementara kepemilikan PT Candrakarya Multikreasi terdilusi menjadi 17,81 persen dan porsi saham publik turun menjadi 16,74 persen.

Merger ini menandai masuknya Grup Sinar Mas sebagai pengendali utama MORA, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi, jaringan serat optik, dan pusat data. Meski demikian, proses penggabungan masih menunggu persetujuan regulator serta pemegang saham. Perseroan dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 25 Maret 2026 untuk meminta persetujuan atas aksi korporasi ini.

Menurut sumber yang sama, masuknya Sinar Mas sebagai pengendali MORA dipandang sebagai langkah strategis yang dapat memperkuat fundamental bisnis perusahaan, meski kepemilikan publik terdilusi. Pengamat pasar menilai merger ini berpotensi memperkuat posisi MORA di sektor infrastruktur digital nasional sekaligus memperluas ekosistem layanan internet Grup Sinar Mas di Indonesia.(***)

Penulis: L.M Adriansyah

REDAKSI

Berita Menarik Lainnya

Serobot Lahan Warga, Bupati Bombana Dilaporkan ke Polda Sultra 

15 Januari 2026 - 16:03 WITA

Buntut Adanya Laporan Dugaan Penggelapan Dana Pinjaman di Polda Sultra, La Ode Darwin Diminta Segera Nonaktifkan Sementara Kadis PU Muna Barat

14 Januari 2026 - 11:44 WITA

Diduga Terlibat Kasus Penggelapan Dana Pinjaman, Kadis PU Muna Barat Dilaporkan ke Polda Sultra

13 Januari 2026 - 12:15 WITA

Aktifitas Pertambangan IUP PT Kasmar Tiar Raya Dirintangi, Kuasa Hukum: Itu Pidana, Telah Kami Laporkan!!

12 Januari 2026 - 14:11 WITA

Pejabat Dinas PU Konawe Utara Dilapor ke Kejati Sultra atas Dugaan Korupsi

9 Januari 2026 - 19:06 WITA

Viral di Daerah