Menu

Mode Gelap
Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Pinjaman Jalani Pemerikasaan di Polres Muna Polda Sultra Mulai Proses Penyelidikan Atas Laporan Penyerobotan Lahan Oleh Bupati Bombana, Kuasa Hukum: Kami Akan Awasi Secara Ketat Proses Itu  Serobot Lahan Warga, Bupati Bombana Dilaporkan ke Polda Sultra  Buntut Adanya Laporan Dugaan Penggelapan Dana Pinjaman di Polda Sultra, La Ode Darwin Diminta Segera Nonaktifkan Sementara Kadis PU Muna Barat Diduga Terlibat Kasus Penggelapan Dana Pinjaman, Kadis PU Muna Barat Dilaporkan ke Polda Sultra Aktifitas Pertambangan IUP PT Kasmar Tiar Raya Dirintangi, Kuasa Hukum: Itu Pidana, Telah Kami Laporkan!!

Daerah

KPK RI Sebut Sulawesi Tenggara Potensi Korupsi Masih Amat Sangat Tinggi 

badge-check


 KPK RI Sebut Sulawesi Tenggara Potensi Korupsi Masih Amat Sangat Tinggi  Perbesar

ULASINDONESIA.COM., SULAWESI TENGGARA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI gelar Audiensi dan koordinasi bersama anggota dan Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara bertempat di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis 4 Desember 2025 sebagai rangkaian untuk memperkuat langkah pencegahan korupsi di tingkat daerah. Kehadiran tim antirasuah dipimpin langsung Plt. Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK, Agung Yudha Wibowo, bersama Direktur Koordinator Pengawas Wilayah IV KPK, Edi Suryanto.

Agung Yudha Wibowo menegaskan, bahwa kunjungan KPK ke DPRD Sultra memiliki misi khusus untuk memberikan motivasi sekaligus peringatan kepada para legislator. Menurutnya, pencegahan korupsi tidak akan efektif jika DPRD melupakan tiga fungsi utama yang melekat pada wakil rakyat.

“KPK hadir untuk memperkuat pencegahan korupsi di Sultra dengan memberikan motivasi dan mengulang kembali fungsi DPRD sebagai pengawas, budgeting, dan pembuat regulasi,” kata Agung.

Dalam kegiatan tersebut, Satgas KPK juga mengungkap perubahan modus korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Sistem E-Katalog, yang semestinya menjadi instrumen transparansi, justru dinilai membuka celah baru penyimpangan.

Agung juga memaparkan bahwa harga barang di E-Katalog seringkali lebih mahal dari harga pasar.

“Lima vendor yang masuk E-Katalog sering kali vendor yang sudah dikondisikan. Persaingan bebas malah dipersempit,” jelasnya.

Peringatan KPK tersebut diperkuat hasil survei persepsi yang dilakukan secara real-time kepada peserta rapat dari DPRD dan Pemprov Sultra. Hasilnya, 76 persen responden menilai potensi korupsi di Sultra masih “amat sangat tinggi”.

Menutup agenda, Agung Yudha berharap sinergi antara fungsi pengawasan DPRD dan eksekutif dapat berjalan lebih seimbang guna menekan potensi korupsi dan memastikan pembangunan Sulawesi Tenggara berlangsung bersih dan berintegritas.(***)

 

Penulis: BP Simon

REDAKSI

Berita Menarik Lainnya

Polda Sultra Mulai Proses Penyelidikan Atas Laporan Penyerobotan Lahan Oleh Bupati Bombana, Kuasa Hukum: Kami Akan Awasi Secara Ketat Proses Itu 

22 Januari 2026 - 16:27 WITA

Serobot Lahan Warga, Bupati Bombana Dilaporkan ke Polda Sultra 

15 Januari 2026 - 16:03 WITA

Buntut Adanya Laporan Dugaan Penggelapan Dana Pinjaman di Polda Sultra, La Ode Darwin Diminta Segera Nonaktifkan Sementara Kadis PU Muna Barat

14 Januari 2026 - 11:44 WITA

Diduga Terlibat Kasus Penggelapan Dana Pinjaman, Kadis PU Muna Barat Dilaporkan ke Polda Sultra

13 Januari 2026 - 12:15 WITA

Aktifitas Pertambangan IUP PT Kasmar Tiar Raya Dirintangi, Kuasa Hukum: Itu Pidana, Telah Kami Laporkan!!

12 Januari 2026 - 14:11 WITA

Viral di Daerah