” Yang terhormat saudara Umar Bonte, mungkin sebaiknya saudara intropeksi diri. Jangan saudara hanya menyoal sampah di Muna dan kritik Bupati Muna. Dengan bantuan pribadi di DLH Kabupaten Muna sebanyak Dua Puluh Juta itu tidak perlu di umbar di media sosial. Pertanyaannya kenapa saya harus jawab apa yang saudara umbar di media sosial. Karena saya sebagai bawahan sekaligus bagian keluarga dari pak Bachrun merasa terpanggil untuk menjawab ini. Dan memang harus di jawab “
ULASINDONESIA.COM., MUNA, SULAWESI TENGGARA-Media sosial dihebohkan dengan perseteruan antara seorang pejabat Negara dan seorang pejabat Daerah terkait bantuan pribadi senilai Rp 20 juta untuk melakukan pembersihan sampah yang ada di Kota Raha Kabupaten Muna.
Dalam video yang berdurasi empat menit dua puluh tiga detik di media sosial tiktok, terlihat seorang pejabat Negara yakni anggota DPD RI La Ode Umar Bonte meminta klarifikasi Bupati Muna, H Bachrun yang mengeluarkan pernyataan bahwa anggota DPD RI receh terkait bantuan pribadinya sebesar Rp 20 Juta untuk melakukan pembersihan sampah yang ada di Kota Raha, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara.
” Kenapa bapak tega begitu dengan saya, saya kira masalah ini sudah selesai pak. Pada saat bapak meyebut saya anggota DPD RI brengsek, saya sudah maafkan bapak. Bapak sudah minta maaf, saya sudah maafkan,” kata Umar Bonte di video tersebut.
Umar Bonte juga mengatakan, terkait dirinya memberikan koreksi terhadap Kadis DLH Muna, itu adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab seorang anggota DPD RI yang juga sesuai dengan regulasi dan Undang-Undang yang berlaku.
Sementara itu, terkait dengan video Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Muna yang meminta dirinya untuk intropeksi diri dan tidak hanya melakukan Kritik terhadap sampah di Kabupaten Muna serta kritik terhadap Bupati Muna, La Ode Umar Bonte mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi daerah saat ini. Pasalnya, dirinya memberikan masukan untuk daerah itu dalam kapasitas sebagai anggota DPR RI yang sudah di jamin oleh Undang-Undang tentang kewenangan legislatif adalah memberikan pengawasan dan masukan terhadap eksekutif.
“Eksekutif yang dimaksud itu adalah Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota serta Pemerintah Desa, itu adalah struktur Pemerintah Eksekutif,” tegas La Ode Umar Bonte.
” Saya dengan Bupati Muna itu baik-baik saja. Kami berteman. Pada saat beliau (Bupati Muna) sedikit terlepas dalam penyampaiannya di tengah publik tentang saya, beliau (Bupati Muna) langsung menghubungi saya menyampaikan permohonan maaf kepada saya. Ya, saya sebagai adik mengenal betul pak Bachrun yang selalu santun dan saya memaafkan,” kata La Ode Umar Bonte dalam videonya.
La Ode Umar Bonte juga menyayangkan sikap Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Muna, La Inpres yang melakukan provokasi mengatasnamakan keluarga untuk melindungi dan membela Bupati Muna menyerang pribadi dirinya dengan menyebut reseh dan ugal-ugalan.
” Ini terlalu berlebihan, saya tahu Bupati Muna Itu keluarga kalian, saya tau kalian sudah menikmati jabatan karena keluarga kalian jadi Bupati. Tapi jangan kalian memperlakukan orang lain sesombong itu. Jangan, tidak boleh itu. Saya saja sebagai anggota DPD RI yang diwajibkan oleh Negara untuk memberikan koreksi terhadap kalian, kalian berani serang pribadi saya, kalian berani mengatasnamakan Bupati dan mengatasnamakan serta membawa-bawa nama Bupati Muna,” sesal La Ode Umar Bonte.
Olehnya itu, lanjut La Ode Umar Bonte mengatakan, dirinya akan menggunakan kapasitasnya sebagai pimpinan DPD RI mengundang langsung Mendagri untuk memberikan koreksi-koreksi langsung, memberikan penataran-penataran langsung terhadap birokrasi yang ada di Kabupaten Muna.
” Untuk seluruh masyarakat Kabupaten Muna, Insyaallah saya akan tetap bekerja sebaik-baiknya untuk daerah kita,” pungkas La Ode Umar Bonte.(***)
Penulis: BP. Simon
REDAKSI


















