crossorigin="anonymous">

Menu

Mode Gelap
HUT ke-192, Subhan Beri Predikat Kota Kendari Sebagai Kota Idaman Dengan Wajah Baru Berkurang dari Tahun Sebelumnya, Penerima KIP Kuliah UHO Kendari Tersisa 924 Mahasiswa DPRD Kota Gelar Paripurna Istimewa HUT Kota Kendari ke 192 Tahun Bertekad Sejahterakan Masyarakat Sultra, Amnaeni Dg Tabaji Ajukan Diri Sebagai Bakal Caleg Pawai Budaya Warnai Peringatan HUT ke-59 Provinsi Sultra

Berita · 21 Feb 2023 04:03 WITA ·

Petahana Umumnya Alami Penurunan Suara, Peluang Calon Legislatif Baru Sangat Terbuka


 Ketgam : Pengamat Politik Provinsi Sulawesi Tenggara, Najib Husain Perbesar

Ketgam : Pengamat Politik Provinsi Sulawesi Tenggara, Najib Husain

ULASINDONESIA.COM., SULAWESI TENGGARA – Anggota-anggota legislatif yang berposisi sebagai anggota legislatif lama kemudian maju kembali atau petahana saat pemilihan biasanya akan mengalami penurunan suara.

Hal tersebut disampaikan, Pengamat Politik Provinsi Sultra Najib Husain, ia mengatakan bahwa penurunan suara pada petahana umum terjadi.

Sehingga, dengan kondisi tersebut peluang calon-calon baru untuk menjadi legislatif sangat terbuka. Hal itu karena ada rasa kekecewaan dari pemilih kepada anggota legislatif sebelumnya yang tidak menjalankan program kerjanya.

“Dengan majunya Kepala Desa sebagai caleg, berdasarkan riset yang pernah saya lakukan, pada dasarnya mereka yang berposisi sebagai anggota legislatif lama kemudian maju kembali biasanya mengalami penurunan suara, umumnya seperti itu,” ungkapnya.

Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan FISIP UHO Kendari ini mengatakan bahwa, rata-rata yang mau menjadi anggota legislatif berasal dari Kepala Desa.

“Jadi tingkatan-tingkatan mereka itu biasanya dari survei yang saya lakukan dibeberapa daerah Jawa, itu mereka tingkatannya menjadi kepala desa terlebih dahulu, setelah itu menjadi anggota legislatif dan kemudian ada yang bisa menjadi kepala daerah,” jelasnya.

Jadi kata dia, hal itu merupakan jalur yang biasa digunakan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, sehingga suara-suara itu sudah dijaga mulai dari pemilihan Kepala Desa.

“Kemudian naik di legislatif, kemudian naik ke pemilihan Kepala Daerah,” sebutnya

Sehingga, menurutnya hal tersebut merupakan metode yang lebih ampuh untuk kemudian mengukur bagaimana tingkat kekuatan keterpilihan dibanding lebih banyak menggunakan cara-cara dengan politik uang.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Bawa Serta Ketua dan Anggota BPD saat hadiri RDP, Anggota DPRD Muna Apresiasi Kades Labunti

6 Maret 2025 - 11:42 WITA

Sejumlah Masyarakat Desa Labunti Laporkan Kades di DPRD Muna, Fraksi PKS Dukung Dewan Tinjau Lapangan Hingga Gelar RDP

17 Februari 2025 - 19:25 WITA

Politisi Muda Nasdem Muna Fasilitasi Keinginan Masyarakat Jalan Labora di 2026

11 Februari 2025 - 02:41 WITA

HUT Ke-17 Partai Gerindra, Dedy, S.Si Bagi Susu Gratis Ke Pelajar SD

6 Februari 2025 - 18:48 WITA

Ketua Komisi l DPRD Sultra Ingatkan Masyarakat Muna Tidak Gampang Tergiur Iming-Iming Perusahaan Sawit

5 Februari 2025 - 14:40 WITA

Dewan Pastikan Perda Tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Muna Bukan Sekedar Mengejar Denda

4 Februari 2025 - 19:50 WITA

Trending di Politik