crossorigin="anonymous">

Menu

Mode Gelap
HUT ke-192, Subhan Beri Predikat Kota Kendari Sebagai Kota Idaman Dengan Wajah Baru Berkurang dari Tahun Sebelumnya, Penerima KIP Kuliah UHO Kendari Tersisa 924 Mahasiswa DPRD Kota Gelar Paripurna Istimewa HUT Kota Kendari ke 192 Tahun Bertekad Sejahterakan Masyarakat Sultra, Amnaeni Dg Tabaji Ajukan Diri Sebagai Bakal Caleg Pawai Budaya Warnai Peringatan HUT ke-59 Provinsi Sultra

Berita · 24 Okt 2022 04:38 WITA ·

Tomas Gagas Buku Tomia dari Masa ke Masa


 Foto Ir. Hugua ( Baju merah tengah) Bersama sebagian Tokoh Masyarakat Pulau Tomia. Foto: Yudi Perbesar

Foto Ir. Hugua ( Baju merah tengah) Bersama sebagian Tokoh Masyarakat Pulau Tomia. Foto: Yudi

ULASINDONESIA.COM.,SULTRA –
Sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) Tomia menggagas penerbitan buku sejarah Tomia berjudul Tomia dari Masa ke Masa. Para Tomas Tomia menggagas pembuatan buku tersebut karena melihat perkembangan dan dinamika masyarakat salah satu pulau di Wakotobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu, dalam periode tertentu selalu berubah.

“Perubahan perilaku masyarakat pulau Tomia pada periode waktu tertentu ini, menjadi menarik untuk ditulis dalam sebuah buku,” kata Ir Hugua, salah seorang Tomas Tomia yang menginisiasi penerbitan buku Tomia dari Masa ke Masa tersebut diwarung kopi X-Bro Kendari, Minggu malam
23 Oktober 2022.

Dalam sejarah lanjut Hugua, Pulau Tomia yang berukuran kecil dan jumlah penduduk sedikit pula, telah melahirkan tiga tokoh nasional yang duduk menjadi anggota DPR RI. Mereka adalah Nurdin Manggu, La Ode Djeni Hasmar dan Hugua sendiri.

Lebih jauh Hugua mengatakan bahwa Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, ayahandanya asli Tomia dan ibundanya, asal Binongko, hanya saja
beliau besar dan tumbuh di Pulau Banda lalu ke Papua tegas Hugua yang dibenarkan oleh sejumlah Tomas Tomia,dalam diskusi kecil menggagas penerbitan buku Tomia dari Masa ke masa tersebut.

Sementara di tingkat lokal Sultra lanjut Hugua, putra Tomia yang tercatat sebagai Bupati Definitif pertama Kabupaten Wakatobi adalah dirinya, setelah mekar dari Kabupaten Buton, lalu tingkat legislatif Sultra, putra Tomia (Nursalam Lada) tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD Sultra pertama asal Wakatobi.

Salah seorang Tokoh Masyarakat pulau Tomia, Drs Ali Hadara, M.Hum.,  mengatakan, sejatinya Kerukunan Masyarakat Perantau Tomia (KMPT), yang ada di kota Kendari adalah payung besar bagi paguyuban yang lain dikarenakan, untuk pulau Tomia sendiri terdiri dari beberapa paguyuban.

” Contohnya paguyuban Kerukunan Keluarga Tomia dimana anggotanya adalah masyarakat yang secara administrasi berasal dari Tomia induk, ada juga paguyuban Kekar Timur ,dimana anggotanya adalah orang – orang yang berasal dari Tomia Timur.” Jelasnya.

Adapun Para Tomas Tomia yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut antara lain, Drs Ali Hadara, M.Hum., dan Dr. Suryadi. Sementara Dr. La Ode Taalami, SPd., MSi., sebagai konsultan dan Ir. Hugua sponsorship.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Politisi Muda Nasdem Muna Fasilitasi Keinginan Masyarakat Jalan Labora di 2026

11 Februari 2025 - 02:41 WITA

HUT Ke-17 Partai Gerindra, Dedy, S.Si Bagi Susu Gratis Ke Pelajar SD

6 Februari 2025 - 18:48 WITA

Ketua Komisi l DPRD Sultra Ingatkan Masyarakat Muna Tidak Gampang Tergiur Iming-Iming Perusahaan Sawit

5 Februari 2025 - 14:40 WITA

Dewan Pastikan Perda Tentang Pengelolaan Sampah di Kabupaten Muna Bukan Sekedar Mengejar Denda

4 Februari 2025 - 19:50 WITA

Dua Kali Serahkan Bantuan Kelengkapan Silat Kabupaten Muna, La Isra Sebut Hanya Ingin Berbuat Untuk Daerah

2 Februari 2025 - 23:11 WITA

La Ode Frebi Pastikan Realisasi Usulan Masyarakat Bidang Pertanian, Perikanan dan Perternakan Paling Lambat APBD Perubahan 2025

2 Februari 2025 - 21:43 WITA

Trending di Politik